
Rangkuman
- Kerja remote memungkinkan seseorang bekerja tanpa harus datang ke kantor dan dapat dilakukan dari rumah dengan bantuan laptop, internet, serta berbagai teknologi.
- Kerja remote menawarkan fleksibilitas dan peluang bekerja dari berbagai lokasi, tetapi tetap membutuhkan disiplin, komunikasi, dan kemampuan mengatur waktu.
- Beberapa profesi yang dapat dikerjakan secara remote antara lain Virtual Assistant, Digital Marketer, Data Analyst, Data Scientist, SEO Content Writer, UI/UX Designer, dan QA Engineer.
- Untuk memulai karier remote, kamu perlu menguasai skill yang relevan, membangun portofolio, mencari lowongan atau proyek remote, serta membangun rutinitas kerja yang konsisten.
- Jika ingin memulai karier remote sebagai Virtual Assistant, kamu bisa mengikuti Mini Bootcamp Virtual Assistant Digital Skola untuk mempelajari skill yang dibutuhkan, mengerjakan real study case, dan membangun proyek portofolio.
Pernah membayangkan bisa bekerja dari rumah tanpa harus berangkat ke kantor setiap hari? Bekerja secara remote memang menawarkan fleksibilitas, tetapi bagaimana cara kerja remote dari rumah agar tetap produktif, profesional, dan tidak mudah terdistraksi?
Kerja dari rumah juga bukan lagi sekadar tren selama pandemi. Riset Global Survey of Working Arrangements pada 2025 menemukan bahwa pekerja lulusan perguruan tinggi di berbagai negara rata-rata bekerja dari rumah sekitar 1,23 hari per minggu. Angka tersebut relatif stabil sejak 2023, menunjukkan bahwa pola kerja dari rumah masih menjadi bagian dari dunia kerja saat ini.
Namun, bekerja remote bukan berarti cukup memiliki laptop dan koneksi internet. Kamu juga perlu tahu cara mengatur waktu, berkomunikasi dengan tim, menjaga produktivitas, dan membangun batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Lantas, bagaimana cara memulai dan menjalani kerja remote dari rumah dengan baik? Yuk, simak 9 tips berikut!
BACA JUGA: Panduan Kerja Remote dari Rumah Untuk Pemula

Apa Itu Kerja Remote?

Kerja remote adalah sistem kerja yang memungkinkan seseorang menyelesaikan pekerjaan tanpa harus hadir secara fisik di kantor. Pekerjaan dapat dilakukan dari rumah, coworking space, atau lokasi lain yang diperbolehkan oleh perusahaan, selama tugas dan tanggung jawab tetap dapat dijalankan dengan baik.
Dalam praktiknya, pekerja remote biasanya mengandalkan laptop, koneksi internet, dan berbagai tools digital untuk menyelesaikan pekerjaan serta berkomunikasi dengan tim. Rapat dapat dilakukan melalui video conference, sementara koordinasi pekerjaan biasanya menggunakan aplikasi komunikasi dan manajemen proyek.
Namun, kerja remote tidak selalu berarti bebas bekerja dari mana saja. Ada perusahaan yang menerapkan fully remote dan memberikan fleksibilitas lokasi, sementara perusahaan lain mungkin memiliki aturan tertentu mengenai jam kerja, zona waktu, atau lokasi tempat karyawan dapat bekerja.
Jadi, sederhana saja: kerja remote berarti bekerja tanpa perlu hadir di kantor secara fisik, dengan dukungan teknologi untuk menjaga pekerjaan dan komunikasi tetap berjalan.
BACA JUGA: Roadmap Sukses Dapat Remote Work Indonesia
Apa Perbedaan Kerja Remote dan WFH?

Remote working dan work from home (WFH) sering dianggap sama karena keduanya memungkinkan seseorang bekerja tanpa datang ke kantor. Namun, sebenarnya ada perbedaan pada lokasi tempat bekerja dan bagaimana perusahaan menerapkan sistem tersebut.
| Aspek | Remote Working | Work from Home |
| Lokasi kerja | Dapat dilakukan dari berbagai lokasi yang diizinkan perusahaan | Secara khusus dilakukan dari rumah |
| Kehadiran di kantor | Tidak selalu perlu datang ke kantor | Biasanya merupakan pengaturan kerja dari rumah, bisa sementara atau berdasarkan kebijakan tertentu |
| Fleksibilitas | Umumnya lebih fleksibel dalam menentukan lokasi | Lebih spesifik pada lokasi rumah |
| Penerapan | Bisa bersifat permanen (fully remote) atau mengikuti kebijakan perusahaan | Bisa diterapkan sementara, berkala, atau sebagai bagian dari sistem kerja tertentu |
Contohnya, seorang remote worker dapat bekerja dari rumah, coworking space, atau lokasi lain selama sesuai dengan kebijakan perusahaan. Sementara itu, karyawan yang menerapkan WFH secara spesifik bekerja dari rumah.
Jadi, WFH sebenarnya merupakan salah satu bentuk bekerja secara remote, tetapi kerja remote tidak selalu berarti WFH. Perbedaannya terutama terletak pada fleksibilitas lokasi kerja yang diperbolehkan.
BACA JUGA: 20+ Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya
Apa Saja Kelebihan Kerja Remote?

Kerja remote menawarkan fleksibilitas yang berbeda dari sistem kerja konvensional. Namun, manfaatnya tidak selalu sama bagi setiap orang karena bergantung pada jenis pekerjaan, kebijakan perusahaan, dan cara seseorang mengatur pekerjaannya.
1. Lebih Fleksibel dalam Menentukan Lokasi Kerja
Salah satu keuntungan kerja remote adalah tidak harus hadir di kantor setiap hari. Selama perusahaan mengizinkan, pekerjaan dapat dilakukan dari rumah atau lokasi lain yang mendukung produktivitas.
2. Menghemat Waktu dan Biaya Perjalanan
Tidak perlu bepergian ke kantor setiap hari berarti kamu dapat menghemat waktu perjalanan sekaligus biaya transportasi. Waktu yang biasanya digunakan untuk perjalanan dapat dialihkan untuk pekerjaan, istirahat, atau aktivitas lainnya.
3. Membantu Menciptakan Work-Life Balance
Dengan lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk perjalanan, kamu memiliki kesempatan untuk mengatur waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dengan lebih baik. Namun, tetap diperlukan batas yang jelas agar pekerjaan tidak terus terbawa ke waktu pribadi.
4. Membuka Kesempatan Kerja yang Lebih Luas
Sistem remote memungkinkan perusahaan merekrut talenta dari lokasi yang lebih beragam. Dari sisi pencari kerja, hal ini juga dapat membuka peluang untuk melamar pekerjaan dari perusahaan di kota atau wilayah lain tanpa harus langsung pindah tempat tinggal, selama posisi tersebut memang tersedia secara remote.
5. Berpotensi Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
Bagi sebagian orang, bekerja dari lingkungan yang lebih tenang dapat membantu mengurangi distraksi dan meningkatkan fokus. Namun, produktivitas tetap bergantung pada kemampuan mengatur waktu, lingkungan kerja, dan komunikasi dengan tim.
BACA JUGA: 9 Cara Kerja Remote di Luar Negeri dengan Gaji Dollar
Apa Saja Tantangan Kerja Remote?

Kerja remote memang memberikan fleksibilitas, tetapi bukan berarti selalu lebih mudah. Tanpa persiapan dan kebiasaan kerja yang baik, pekerja remote dapat menghadapi tantangan dalam berkomunikasi, mengatur waktu, hingga menjaga hubungan sosial dengan rekan kerja.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di BMC Public Health, beberapa tantangan yang dapat muncul dalam kerja jarak jauh meliputi hambatan komunikasi, berkurangnya interaksi sosial, serta kesulitan menjaga batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Berikut beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
1. Komunikasi dan Kolaborasi Lebih Menantang
Ketika tidak bekerja di tempat yang sama, komunikasi dengan tim membutuhkan cara yang lebih terstruktur. Informasi yang biasanya bisa disampaikan secara langsung perlu disampaikan melalui chat, email, video conference, atau tools kolaborasi lainnya.
Karena itu, pekerja remote perlu terbiasa menyampaikan informasi dengan jelas dan memastikan anggota tim memahami tugas, tenggat waktu, serta hal-hal yang perlu ditindaklanjuti.
2. Bisa Merasa Terisolasi
Bekerja dari rumah membuat kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan rekan kerja menjadi lebih sedikit. Kondisi ini pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa kesepian atau membuat mereka merasa kurang terhubung dengan lingkungan kerja.
Menjaga komunikasi secara rutin dengan tim, baik untuk urusan pekerjaan maupun interaksi ringan, dapat membantu mengurangi rasa terisolasi saat bekerja dari rumah.
3. Sulit Memisahkan Waktu Kerja dan Waktu Pribadi
Ketika rumah sekaligus menjadi tempat bekerja, kamu mungkin lebih mudah membuka laptop setelah jam kerja atau mengecek pesan pekerjaan saat sedang beristirahat.
Untuk mengatasinya, buat jadwal kerja yang jelas dan tentukan waktu untuk benar-benar berhenti bekerja. Memisahkan ruang kerja dari area istirahat juga dapat membantu membangun rutinitas yang lebih sehat.
4. Membutuhkan Disiplin dan Manajemen Waktu
Bekerja tanpa pengawasan langsung membuat kamu perlu lebih mandiri dalam mengatur pekerjaan. Mulai dari menentukan prioritas, mengikuti jadwal, menyelesaikan tugas tepat waktu, hingga menghindari distraksi selama bekerja.
Karena itu, kemampuan mengatur diri dan waktu menjadi salah satu skill penting bagi pekerja remote.
BACA JUGA: Tips Interview Remote agar Berjalan Lancar
Apa Saja Profesi yang Bisa Dikerjakan Secara Remote?

Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dari jarak jauh. Namun, profesi yang sebagian besar aktivitasnya mengandalkan komputer dan internet memiliki peluang lebih besar untuk menerapkan sistem kerja remote. Beberapa di antaranya adalah:
- Virtual Assistant — Membantu klien atau perusahaan mengelola pekerjaan administratif, seperti mengatur jadwal, email, dokumen, dan kebutuhan operasional lainnya.
- Digital Marketer — Mengelola strategi pemasaran melalui berbagai kanal digital, seperti media sosial, mesin pencari, email, dan iklan digital.
- SEO Content Writer — Membuat dan mengoptimalkan konten berdasarkan keyword serta prinsip SEO untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.
- Copywriter — Menulis teks persuasif untuk kebutuhan pemasaran, seperti iklan, landing page, email, dan media sosial.
- UI/UX Designer — Merancang tampilan dan pengalaman pengguna pada website, aplikasi, atau produk digital.
- Data Analyst — Mengolah dan menganalisis data untuk menghasilkan insight yang dapat membantu perusahaan mengambil keputusan.
- Data Scientist — Menggunakan data, statistik, dan machine learning untuk menemukan pola serta menghasilkan prediksi atau insight bagi bisnis.
- QA Engineer — Menguji aplikasi atau sistem untuk menemukan bug dan memastikan produk berjalan sesuai kebutuhan sebelum digunakan oleh pengguna.
- Technical Writer — Membuat dokumentasi teknis, panduan penggunaan, atau dokumentasi produk agar informasi yang kompleks lebih mudah dipahami.
- UX Writer — Membuat microcopy pada produk digital, seperti tombol, notifikasi, dan pesan error, agar pengguna lebih mudah memahami dan menggunakan produk.
BACA JUGA: WFH Adalah: Strategi Sukses Untuk Pemula
Bagaimana Cara Kerja Remote dari Rumah?

Ingin bekerja remote dalam jangka panjang? Kamu perlu mempersiapkan lebih dari sekadar laptop dan koneksi internet. Mulai dari memilih bidang pekerjaan, meningkatkan skill, mencari peluang, hingga membangun kebiasaan kerja yang tepat, semuanya perlu dipersiapkan agar kamu bisa bekerja secara profesional dari rumah.
Berikut 9 cara yang bisa kamu lakukan:
1. Tentukan Profesi yang Bisa Dikerjakan Secara Remote
Langkah pertama adalah menentukan jenis pekerjaan yang memungkinkan dilakukan dari rumah. Umumnya, pekerjaan yang banyak menggunakan komputer dan internet memiliki peluang lebih besar untuk menerapkan sistem kerja remote.
Beberapa contohnya adalah digital marketer, data analyst, data scientist, SEO content writer, virtual assistant, UI/UX designer, hingga QA Engineer. Namun, tetap periksa kebijakan perusahaan karena tidak semua posisi dalam profesi tersebut otomatis tersedia secara remote.
2. Tingkatkan Skill yang Dibutuhkan
Setelah menentukan profesi yang ingin ditekuni, pelajari skill yang dibutuhkan oleh industri. Jangan hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi tingkatkan juga kemampuan komunikasi, manajemen waktu, pemecahan masalah, dan kolaborasi.
Kamu bisa mengikuti kursus, bootcamp, pelatihan profesional, atau belajar secara mandiri melalui berbagai sumber pembelajaran online. Pilih materi yang sesuai dengan posisi yang ingin kamu lamar agar proses belajar lebih terarah.
3. Bangun Portofolio untuk Membuktikan Kemampuan
Memiliki skill saja belum cukup jika kamu tidak bisa menunjukkan hasil pekerjaan. Karena itu, buat portofolio yang relevan dengan posisi yang kamu incar.
Misalnya, calon digital marketer dapat membuat contoh strategi social media atau SEO, sedangkan data analyst dapat menampilkan proyek analisis data dan dashboard. Jika belum memiliki pengalaman kerja, proyek pribadi atau proyek dari pembelajaran juga dapat digunakan sebagai bagian dari portofolio.
4. Mulai Mencari Lowongan Kerja Remote
Setelah memiliki skill dan portofolio, saatnya mencari peluang kerja. Banyak perusahaan global maupun Indonesia menawarkan posisi yang dapat dikerjakan secara remote. Kamu bisa mencarinya melalui situs lowongan kerja, platform freelance, LinkedIn, atau halaman karier perusahaan.
Untuk peluang kerja remote dari perusahaan global, beberapa platform yang bisa kamu pertimbangkan antara lain:
- We Work Remotely — Menyediakan berbagai lowongan remote dari perusahaan di berbagai negara dan bidang.
- Remote.co — Menyediakan lowongan remote dari berbagai kategori pekerjaan.
- FlexJobs — Platform pencarian kerja dengan lowongan remote, hybrid, dan pekerjaan fleksibel yang dikurasi.
- Upwork — Platform freelance untuk menemukan proyek dari klien di berbagai negara.
- Fiverr — Marketplace untuk menawarkan jasa freelance melalui sistem gig.
- Toptal — Platform yang menghubungkan perusahaan dengan tenaga profesional, terutama di bidang teknologi, desain, dan keuangan.
- PeoplePerHour — Platform freelance untuk berbagai proyek profesional dan kreatif.
Sementara itu, untuk mencari peluang kerja remote di Indonesia, kamu bisa memanfaatkan:
- Glints — Menyediakan lowongan dari berbagai perusahaan dan startup di Indonesia serta Asia.
- Jobstreet — Menyediakan berbagai lowongan kerja dengan opsi pencarian berdasarkan lokasi dan sistem kerja.
- Kalibrr — Menawarkan lowongan dari berbagai perusahaan dan bidang pekerjaan.
- Sribu — Platform lokal untuk menemukan proyek freelance, terutama di bidang kreatif dan pemasaran.
- Projects.co.id — Menyediakan berbagai proyek freelance di bidang pemrograman, desain, penulisan, pemasaran, dan pekerjaan digital lainnya.
Saat mencari lowongan, gunakan kata kunci seperti “fully remote”, “work from home”, “remote Indonesia”, atau kombinasikan kata remote dengan posisi yang kamu incar. Pastikan juga membaca deskripsi pekerjaan untuk mengetahui apakah perusahaan memiliki persyaratan lokasi atau zona waktu tertentu.
5. Pertimbangkan Freelance sebagai Langkah Awal
Jika belum menemukan pekerjaan full-time remote, freelance bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman bekerja dari rumah. Kamu dapat memilih proyek sesuai kemampuan dan membangun pengalaman dengan klien dari berbagai daerah atau negara.
Selain mendapatkan penghasilan, proyek freelance juga bisa menambah portofolio dan melatih kemampuan komunikasi dengan klien secara jarak jauh. Jika masih bekerja di perusahaan, kamu juga dapat memulai freelance sebagai pekerjaan sampingan selama tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan.
6. Gunakan Tools untuk Mendukung Komunikasi dan Kolaborasi
Bekerja dari rumah membuat sebagian besar komunikasi dilakukan secara digital. Karena itu, kamu perlu terbiasa menggunakan tools yang membantu pekerjaan tetap terkoordinasi dengan tim.
Beberapa tools yang umum digunakan antara lain:
- Zoom dan Google Meet untuk rapat dan komunikasi melalui video.
- Slack untuk komunikasi tim dan pertukaran informasi secara real-time.
- Trello dan Asana untuk mengatur tugas serta proyek.
- Google Drive dan Notion untuk menyimpan, mengelola, dan berbagi dokumen.
Tidak harus menguasai semuanya. Pelajari tools yang paling relevan dengan pekerjaan dan sistem yang digunakan perusahaan.
7. Buat Rutinitas Kerja yang Konsisten
Bekerja dari rumah memberikan fleksibilitas, tetapi kamu tetap membutuhkan rutinitas. Tentukan jam mulai dan selesai bekerja, buat daftar tugas, dan tentukan prioritas setiap hari.
Siapkan juga tempat kerja yang nyaman dan minim distraksi. Dengan rutinitas yang konsisten, kamu dapat lebih mudah memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi sekaligus menjaga produktivitas.
8. Bangun Network dan Komunitas Profesional
Bekerja remote bukan berarti harus mengembangkan karier sendirian. Networking tetap penting untuk mendapatkan informasi, berbagi pengalaman, dan menemukan peluang baru.
Kamu bisa membangun koneksi dengan mengikuti komunitas profesional, webinar, workshop, konferensi, atau bergabung dalam komunitas industri di LinkedIn dan platform lainnya. Jangan hanya mengumpulkan koneksi, tetapi bangun hubungan secara aktif dengan orang-orang di bidang yang kamu minati.
9. Terus Upgrade Skill dan Ikuti Perkembangan Industri
Dunia kerja digital terus berubah. Tools, teknologi, dan kebutuhan industri dapat berkembang sehingga kemampuan yang relevan saat ini belum tentu cukup untuk beberapa tahun ke depan.
Karena itu, jangan berhenti belajar setelah mendapatkan pekerjaan remote. Ikuti perkembangan di bidangmu, pelajari teknologi baru, ambil sertifikasi jika relevan, dan terus perbarui portofolio. Dengan begitu, kamu tidak hanya bisa mendapatkan pekerjaan remote, tetapi juga memiliki bekal untuk mempertahankan dan mengembangkan karier dalam jangka panjang.
Intinya, kerja remote dari rumah membutuhkan kombinasi antara skill yang relevan, bukti kemampuan, strategi mencari peluang, dan kebiasaan kerja yang baik. Dengan persiapan tersebut, bekerja dari rumah bukan hanya menjadi pilihan sementara, tetapi bisa menjadi bagian dari perjalanan kariermu dalam jangka panjang.
BACA JUGA: 20 Pekerjaan yang Cocok Dilakukan Secara Remote atau WFH
Kesimpulan
Kerja remote memungkinkan seseorang menyelesaikan pekerjaan tanpa harus hadir secara fisik di kantor. Sistem ini menawarkan fleksibilitas dalam menentukan lokasi kerja dan dapat membuka peluang karier yang lebih luas, tetapi tetap membutuhkan disiplin, komunikasi, serta kemampuan mengatur waktu dengan baik.
Untuk bisa bekerja remote dari rumah, kamu perlu mempersiapkan beberapa hal, mulai dari memilih profesi yang sesuai, meningkatkan skill, membangun portofolio, mencari lowongan remote, hingga membangun rutinitas kerja yang konsisten. Jangan lupa terus mengikuti perkembangan industri agar kemampuanmu tetap relevan.
Dengan persiapan yang tepat, kerja remote bukan hanya tentang bekerja dari rumah, tetapi juga tentang membangun cara kerja yang mandiri dan profesional. Jadi, kalau kamu memang tertarik meniti karier remote, mulai dari mengembangkan skill yang sesuai dengan bidang yang ingin kamu tekuni.
BACA JUGA: 4 Cara Mengirim CV Lewat WA, Format, dan Contoh Pesannya

Mau Mulai Bekerja Remote dari Rumah? Coba Jadi Virtual Assistant!

Salah satu profesi yang bisa dikerjakan secara remote adalah Virtual Assistant (VA). Pekerjaan ini banyak mengandalkan laptop, internet, dan berbagai tools digital untuk membantu kebutuhan administratif maupun operasional klien. Karena itu, VA bisa menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin mulai membangun karier dari rumah.
Namun, untuk mendapatkan klien, kamu tetap perlu memiliki skill dan portofolio yang dapat menunjukkan kemampuanmu. Kalau masih bingung harus mulai dari mana, kamu bisa belajar melalui Mini Bootcamp Virtual Assistant Digital Skola.
Dalam kelas ini, kamu akan belajar melalui praktik dan real study case, mulai dari mengelola kebutuhan klien hingga menggunakan berbagai tools yang umum digunakan dalam pekerjaan VA. Kamu juga akan membangun 6 proyek portofolio, mendapatkan review project secara 1-on-1, serta akses career consultation untuk membantu mempersiapkan langkah kariermu.
Dengan bekal skill dan portofolio yang tepat, kamu bisa lebih siap mencari klien maupun peluang kerja sebagai Virtual Assistant. Yuk, mulai persiapkan karier remote-mu bersama Digital Skola!
FAQ
1. Bagaimana cara mendapatkan pekerjaan remote dari rumah?
Mulai dengan menguasai skill yang dibutuhkan, membuat portofolio, lalu mencari lowongan melalui platform kerja remote, situs pencari kerja, LinkedIn, atau platform freelance.
2. Apakah kerja remote cocok untuk pemula?
Bisa. Pemula dapat memulainya dengan mempelajari skill yang relevan, membangun portofolio, dan mencari posisi remote yang sesuai dengan tingkat pengalaman.
3. Apakah kerja remote bisa dilakukan tanpa pengalaman?
Bisa, terutama melalui posisi entry-level atau proyek freelance. Portofolio dari proyek pribadi atau pembelajaran dapat membantu menunjukkan kemampuan meskipun belum memiliki pengalaman kerja.