
Sumber: Kanzlei Bennek
Rangkuman
- SP atau Surat Peringatan adalah peringatan resmi dari perusahaan yang diberikan kepada karyawan karena pelanggaran atau masalah terkait kinerja dan kedisiplinan.
- Mendapatkan SP tidak selalu mengakhiri karier seseorang, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan diri.
- Menyikapi feedback dengan baik dan terus meningkatkan kompetensi dapat membantu membangun kembali kepercayaan dan mendukung perkembangan karier.
- Persiapkan perjalanan kariermu bersama AI Career Counselor dari Digital Skola dan dapatkan rekomendasi pengembangan karier yang lebih terarah.
Apa itu SP? Istilah ini sering muncul dalam dunia kerja dan biasanya dikaitkan dengan pelanggaran atau masalah kedisiplinan karyawan.
Tidak sedikit orang yang merasa khawatir ketika menerima SP karena dianggap dapat memengaruhi karier dan perkembangan profesional.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan SP dan bagaimana dampaknya terhadap perjalanan karier seseorang? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu SP?
SP atau Surat Peringatan adalah peringatan resmi yang diberikan perusahaan kepada karyawan.
SP umumnya muncul karena karyawan melakukan pelanggaran terhadap peraturan, kedisiplinan, atau tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Surat ini berfungsi sebagai bentuk evaluasi dan pengingat agar karyawan dapat memperbaiki perilaku, meningkatkan kinerja, serta menghindari terjadinya pelanggaran yang sama di kemudian hari.
Baca Juga: Apa Itu One Month Notice Saat Resign: Arti, Aturan, dan Cara Mengajukannya
Apa Tujuan Perusahaan Memberikan SP?
Pemberian Surat Peringatan (SP) bukan semata-mata untuk menghukum karyawan.
Berikut beberapa tujuan perusahaan memberikan SP kepada karyawan.
1. Mengingatkan Karyawan terhadap Pelanggaran
SP diberikan sebagai pengingat resmi bahwa karyawan telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan atau kebijakan perusahaan.
Dengan adanya surat peringatan, karyawan diharapkan lebih memahami kesalahan yang terjadi dan tidak mengulanginya di kemudian hari.
2. Mendorong Perbaikan Perilaku dan Kinerja
Selain sebagai bentuk teguran, SP juga bertujuan mendorong karyawan untuk melakukan perbaikan.
Perusahaan biasanya memberikan kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan kedisiplinan, memperbaiki sikap kerja, atau memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan.
3. Menjaga Kedisiplinan di Tempat Kerja
Peraturan perusahaan dibuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang tertib dan profesional.
Pemberian SP menjadi salah satu cara untuk menjaga kedisiplinan serta memastikan seluruh karyawan mematuhi aturan yang berlaku di tempat kerja.
4. Menjadi Bagian dari Prosedur Ketenagakerjaan
Dalam beberapa kondisi, SP juga menjadi bagian dari prosedur ketenagakerjaan yang diterapkan perusahaan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Oleh karena itu, pemberian SP biasanya dilakukan secara bertahap dan mengikuti ketentuan yang berlaku di perusahaan.
Apa Saja Jenis-Jenis SP dalam Dunia Kerja?

Sumber: European Pharmaceutical Manufacturer
Secara umum, perusahaan menerapkan Surat Peringatan (SP) secara bertahap dan terbagi dalam beberapa jenis, sebagai berikut:
1. SP1 (Surat Peringatan Pertama)
SP1 merupakan peringatan pertama yang diberikan kepada karyawan ketika melakukan pelanggaran terhadap peraturan perusahaan atau menunjukkan kinerja yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.
SP1 biasanya diberikan karena:
- Keterlambatan yang berulang.
- Ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas.
- Pelanggaran terhadap aturan kerja tertentu.
- Penurunan kinerja yang perlu mendapatkan perhatian.
Pada tahap ini, perusahaan umumnya masih memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melakukan perbaikan dan menunjukkan perubahan positif.
2. SP2 (Surat Peringatan Kedua)
SP2 diberikan apabila karyawan tidak menunjukkan perbaikan setelah menerima SP1 atau kembali melakukan pelanggaran lainnya.
Surat peringatan ini menunjukkan bahwa perusahaan memandang pelanggaran yang terjadi sebagai hal yang lebih serius.
SP2 dapat diberikan apabila:
- Pelanggaran yang sama kembali terjadi.
- Tidak ada perubahan terhadap perilaku atau kinerja.
- Karyawan mengabaikan peringatan sebelumnya.
- Terjadi pelanggaran lain yang dianggap cukup serius.
Pada tahap ini, karyawan biasanya perlu menunjukkan komitmen yang lebih besar untuk memperbaiki kinerja dan membangun kembali kepercayaan perusahaan.
3. SP3 (Surat Peringatan Ketiga)
SP3 merupakan peringatan terakhir yang diberikan kepada karyawan.
Surat ini umumnya diterbitkan apabila karyawan masih belum menunjukkan perbaikan setelah menerima SP1 dan SP2 atau melakukan pelanggaran yang dianggap berat oleh perusahaan.
SP3 biasanya menjadi tanda bahwa:
- Karyawan belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
- Pelanggaran terus berulang.
- Hubungan kerja berisiko memasuki tahap evaluasi lebih lanjut sesuai kebijakan perusahaan.
Namun, penting untuk diingat bahwa ketentuan mengenai SP dapat berbeda di setiap perusahaan karena bergantung pada peraturan perusahaan, perjanjian kerja, dan kebijakan internal yang berlaku.
Baca Juga: 8+ Cara Mengajukan Resign Kerja yang Benar dan Profesional (Lengkap + Contoh)
Apa Penyebab Karyawan Mendapatkan SP?
Berikut beberapa penyebab yang umum membuat karyawan mendapatkan SP di tempat kerja.
1. Melanggar Peraturan Perusahaan
Salah satu penyebab paling umum pemberian SP adalah pelanggaran terhadap peraturan perusahaan.
Setiap perusahaan memiliki kebijakan dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh seluruh karyawan agar lingkungan kerja tetap berjalan dengan baik.
Ketika seorang karyawan melanggar aturan tersebut, perusahaan dapat memberikan SP sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
2. Sering Terlambat atau Tidak Disiplin
Kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting dalam dunia kerja.
Karyawan yang sering datang terlambat, tidak hadir tanpa alasan yang jelas, atau tidak mematuhi jam kerja yang telah ditentukan berisiko mendapatkan SP.
Perilaku yang tidak disiplin dapat memengaruhi produktivitas tim dan mengganggu operasional perusahaan.
3. Kinerja yang Tidak Memenuhi Standar
Perusahaan biasanya memiliki target dan standar kinerja tertentu yang perlu dicapai oleh setiap karyawan.
Jika seorang karyawan secara terus-menerus tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut dan tidak menunjukkan upaya perbaikan, perusahaan dapat memberikan SP sebagai bentuk evaluasi dan dorongan untuk meningkatkan performa kerja.
4. Melakukan Pelanggaran Etika atau Perilaku
Selain kinerja, sikap dan perilaku di tempat kerja juga menjadi perhatian perusahaan.
Tindakan yang melanggar etika, seperti bersikap tidak profesional, melakukan tindakan yang merugikan rekan kerja, atau melanggar kode etik perusahaan, dapat menjadi alasan pemberian SP.
Perusahaan perlu menjaga lingkungan kerja yang aman, profesional, dan saling menghargai.
5. Tidak Menjalankan Tanggung Jawab Pekerjaan
Setiap karyawan memiliki tugas dan tanggung jawab yang perlu diselesaikan sesuai perannya masing-masing.
Ketika seorang karyawan mengabaikan tanggung jawab, perusahaan dapat memberikan SP sebagai bentuk pengingat dan evaluasi agar karyawan dapat memperbaiki kinerjanya.
Apakah SP Memengaruhi Karier Seseorang?
Menerima Surat Peringatan (SP) sering kali membuat seseorang khawatir terhadap masa depan kariernya.
Berikut beberapa dampak SP yang mungkin terjadi:
1. Dampak terhadap Penilaian Kinerja
SP dapat memengaruhi penilaian kinerja, terutama jika pelanggaran yang dilakukan berkaitan dengan kedisiplinan atau performa kerja.
Dalam beberapa perusahaan, riwayat SP menjadi salah satu pertimbangan dalam proses evaluasi karyawan dan dapat memengaruhi hasil penilaian pada periode tertentu.
2. Pengaruh terhadap Kepercayaan Atasan
Mendapatkan SP juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan atasan terhadap karyawan.
Atasan mungkin akan lebih memperhatikan konsistensi, tanggung jawab, dan perubahan perilaku setelah SP diberikan.
Namun, kepercayaan tersebut tetap dapat dibangun kembali jika karyawan menunjukkan komitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerjanya.
3. Pengaruh terhadap Peluang Promosi
Di beberapa perusahaan, riwayat SP dapat menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam proses promosi jabatan.
Karyawan yang masih berada dalam masa evaluasi atau belum menunjukkan perbaikan biasanya memiliki peluang promosi yang lebih terbatas dibandingkan karyawan dengan catatan kinerja yang baik.
4. Tidak Selalu Mengakhiri Karier
Mendapatkan SP bukan berarti karier seseorang telah berakhir.
Banyak profesional yang pernah menerima SP, tetapi berhasil bangkit, memperbaiki performa, dan melanjutkan perkembangan kariernya.
Yang terpenting adalah bagaimana seseorang menyikapi feedback, belajar dari kesalahan, dan menunjukkan perubahan yang positif setelah menerima peringatan tersebut.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mendapat SP?

Sumber: LinkedIn – BioSpace
Mendapatkan Surat Peringatan (SP) memang bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan jika kamu mendapatkan SP di tempat kerja.
1. Pahami Alasan Pemberian SP
Pertama, pahami alasan mengapa SP diberikan.
Bacalah isi surat dengan saksama dan pahami pelanggaran atau masalah yang menjadi dasar pemberian peringatan tersebut.
Dengan memahami penyebabnya, kamu akan lebih mudah menentukan langkah perbaikan yang perlu dilakukan.
2. Evaluasi Diri dan Terima Feedback
Setelah mengetahui penyebabnya, cobalah mengevaluasi diri secara objektif.
Dengarkan masukan dari atasan atau perusahaan dan lihat apakah ada perilaku, kebiasaan, atau kinerja yang memang perlu diperbaiki.
Menerima feedback dengan terbuka dapat membantu proses pengembangan diri dan menunjukkan sikap profesional.
3. Susun Rencana Perbaikan
Setelah melakukan evaluasi, buat rencana yang jelas untuk memperbaiki kondisi yang terjadi.
Misalnya, jika masalahnya berkaitan dengan kedisiplinan, kamu dapat mulai memperbaiki manajemen waktu.
Jika berkaitan dengan kinerja, fokuslah pada peningkatan keterampilan dan pencapaian target kerja.
4. Bangun Kembali Kepercayaan
Mendapatkan SP dapat memengaruhi kepercayaan atasan dan tim. Karena itu, penting untuk menunjukkan perubahan melalui tindakan nyata.
Bekerja secara konsisten, menunjukkan tanggung jawab, dan menjaga komunikasi yang baik dapat membantu membangun kembali kepercayaan yang sempat menurun.
5. Jadikan Pengalaman sebagai Pembelajaran Karier
SP dapat menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan profesional.
Pengalaman ini dapat membantu kamu lebih memahami pentingnya kedisiplinan, komunikasi, dan tanggung jawab dalam dunia kerja.
Dengan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran, kamu dapat tumbuh menjadi profesional yang lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan karier di masa depan.
Baca Juga: Apa Itu Remunerasi? Arti, Tujuan, dan Contohnya dalam Dunia Kerja
Bagaimana Cara Menghindari SP di Tempat Kerja?
Meskipun SP dapat menjadi bagian dari proses evaluasi di perusahaan, tentu lebih baik jika kamu dapat menghindarinya sejak awal.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari SP di tempat kerja.
1. Pahami Peraturan Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kebijakan, tata tertib, dan standar kerja yang berbeda.
Karena itu, penting untuk memahami aturan yang berlaku sejak awal agar terhindar dari pelanggaran yang tidak disengaja.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Jam kerja dan aturan kehadiran.
- Kode etik dan budaya perusahaan.
- Standar kinerja yang diharapkan.
- Kebijakan terkait perilaku dan tanggung jawab pekerjaan.
2. Tingkatkan Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan salah satu faktor yang paling sering menjadi perhatian perusahaan.
Menunjukkan sikap disiplin dapat membantu membangun reputasi yang baik dan meningkatkan kepercayaan atasan.
Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan meliputi:
- Datang tepat waktu.
- Menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu.
- Mematuhi aturan dan prosedur perusahaan.
- Menjaga konsistensi dalam bekerja.
3. Jaga Komunikasi dengan Atasan dan Tim
Komunikasi yang baik dapat membantu mencegah kesalahpahaman dan mempermudah penyelesaian masalah di tempat kerja.
Jangan ragu untuk menyampaikan kendala atau meminta arahan jika mengalami kesulitan dalam pekerjaan.
Hal yang dapat dilakukan, antara lain:
- Memberikan update terkait pekerjaan.
- Mengomunikasikan kendala yang dihadapi.
- Bersikap terbuka terhadap masukan dan feedback.
- Menjaga hubungan profesional dengan rekan kerja.
4. Tingkatkan Kinerja dan Kompetensi
Salah satu penyebab pemberian SP adalah kinerja yang tidak memenuhi ekspektasi perusahaan.
Oleh karena itu, terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi dapat membantu menjaga performa kerja tetap optimal.
Beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:
- Mengikuti pelatihan atau kursus.
- Mempelajari keterampilan baru yang relevan dengan pekerjaan.
- Meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
- Proaktif mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.
5. Bersikap Profesional di Tempat Kerja
Sikap profesional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bekerja, tetapi juga bagaimana kamu berperilaku dan berinteraksi di lingkungan kerja.
Profesionalisme yang baik dapat membantu membangun reputasi positif dan mengurangi risiko terjadinya pelanggaran.
Beberapa sikap profesional yang penting untuk diterapkan meliputi:
- Bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
- Menghargai rekan kerja dan atasan.
- Menjaga etika dan integritas.
- Bersikap terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan diri.
Apa Kesalahan yang Sering Dilakukan Setelah Mendapat SP?
Mendapatkan SP memang tidak mudah, tetapi respons yang kurang tepat justru dapat memperburuk situasi dan menghambat perkembangan karier.
Perhatikan kesalahan berikut agar kamu tidak melakukannya:
- Fokus pada kesalahan orang lain tanpa melakukan evaluasi diri.
- Tidak memanfaatkan masukan dari perusahaan sebagai bahan untuk berkembang.
- Menganggap satu kesalahan sebagai akhir dari perjalanan karier.
- Mengambil keputusan mengundurkan diri tanpa mempertimbangkan situasi secara matang.
Kesimpulan
SP adalah surat peringatan resmi dari perusahaan kepada karyawan dan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan karier seseorang.
Yang terpenting adalah bagaimana seseorang menerima feedback, melakukan perbaikan, serta terus mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi untuk perkembangan karier di masa depan.

Bangun Karier yang Lebih Siap Bersama AI Career Counselor
Mengembangkan karier tidak hanya tentang menghindari kesalahan di tempat kerja, tetapi juga tentang terus belajar, mengevaluasi diri, dan mempersiapkan langkah karier berikutnya.
Melalui AI Career Counselor dari Digital Skola, kamu bisa:
- Mendapatkan analisis CV secara profesional.
- Berlatih melalui simulasi wawancara yang realistis.
- Memperoleh rekomendasi pengembangan karier yang relevan.
- Meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja dan peluang karier baru.
- Menyusun rencana pengembangan kompetensi untuk jangka panjang.
Daftar kelasnya sekarang agar kamu dapat mempersiapkan karier dengan lebih percaya diri dan mengambil langkah profesional yang lebih terarah.
FAQ
1. Apakah SP akan tercatat selamanya dalam riwayat kerja karyawan?
Tidak selalu. Ketentuan mengenai masa berlaku dan pencatatan SP bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.
2. Apakah karyawan bisa mendapatkan SP tanpa pemberitahuan lisan terlebih dahulu?
Hal ini bergantung pada peraturan perusahaan dan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan.
3. Apakah menerima SP membuat seseorang sulit mendapatkan pekerjaan baru?
Tidak. Banyak perusahaan lebih melihat kemampuan, pengalaman, dan bagaimana seseorang belajar serta berkembang dari kesalahan yang pernah terjadi.
4. Apakah SP bisa dicabut oleh perusahaan?
Pada beberapa perusahaan, SP dapat dinyatakan selesai atau tidak berlaku lagi setelah karyawan menunjukkan perbaikan dan melewati masa evaluasi tertentu.
5. Apakah karyawan boleh mengajukan keberatan atas SP yang diterima?
Boleh. Karyawan dapat berdiskusi dengan atasan atau pihak HR jika merasa ada kesalahpahaman atau ingin meminta penjelasan lebih lanjut terkait pemberian SP.